sriaccesbelajar

Just another WordPress.com site

“PENDIDIKAN” Desember 8, 2011

Filed under: Uncategorized — sriaccesbelajar @ 7:40 am

Hampir setiap orang mengalami pendidikan, tetapi tidak setiap orang mengerti makna kata pendidikan, pendidik dan mendidik. Untuk memahami pendidikan, ada dua istilah yang dapat mengarahkan pada pemahaman hakikat pendidikan yakni, kata paedagogie dan paedagogiek. Paedagogie bermakna pendidikan sedangkan paedagogiek berarti ilmu pendidikan (Purwanto, 1995:3) oleh karena itu, tidaklah mengherankan apabila pedagogik atau ilmu mendidik adalah ilmu atau teori yang sistematis tentang pendidikan yang sebenarnya bagi anak atau untuk anak sampai ia mencapai kedewasaan (Rasyidin, 2007:34).

Secara Estimologik, perkataan paedagogiee berasal dari bahasa Yunani, yaitu paedagogia yang berarti pergaulan dengan anak. Paidagogos adalah hamba atau orang yang pekerjaannya menghantar dan mengambil budak-budak pulang pergi atau antar jemput sekolah. Perkataan “paida” merujuk kepada kanak-kanak, yang menjadikan sebab mengapa sebagian orang cenderung membedakan antara pedagogi (mengajar kanak-kanak) dan andragogi (mengajar orang dewasa).

Pedagogi yang berasal dari bahasa Yunani kuno juga dapat dipahami dari kata “paid” yang bermakna anak, dan “ogogos” yang berarti membina atau membimbing. Apa yang dipraktikkan dalam pendidikan selama ini adal;ah konsep pedagogi yang secara halfiah adalah seni mengajar atau seni mendidik anak-anak (Muis Sad Imam, 2004:5).

Pedagogik sebagai ilmu atau teori keilmuan pendidikan baru berkembang di kontinen Eropa Eropa pada abad ke-20. Di luar kontingen Eropa, termasuk Inggris dan Amerika Utara, cabang pedagogic praktis bersama filsafat pendidikan jauh lebih berkembang dari pada pedagogic teoretis.Pertumbuhan ilmu pedagogic, khususnya ilmu mengajar (didaktik) pada abad ke-16 sampai dengan 17 jauh melebihi ilmu mendidik di Eropa yang diawali dengan terbitnya buku Allegemeine Pedagogik (pedagogic Umum oleh J.F. Herbart, 1986).

Adapaun perkembangan ilmu pedagogie baik praktis maupun teoriti, di Indonesia dimuali oleh Ki Hajar Dewantara(Suryaningrat, 1889-1959) dan kawan-kawan pasca pembuangan ke Eropa (1913/1914) yang mengenalkannya dengan tokoh progresivisme pendidik dan pengajaran, seperti Jan Ligthart dan Maria Montessori. Pada giliranya, rintisan Taman Siswa (1922) gerakan kebangsaan atau kemerdekaan RI serta perkembangan ilmu mendidik di Nedherland membantu penyebaran ilmu pedagogic.

Dalam realitas di dunia pendidikan pedagogi modern membagi fungsi pembelajaran menjadi tiga area, yakni apa yang dimaksudkan sebagai Taksonomi Bloom. Menurut Taksonomi Bloom, pengajaran terbagi atas: (1) bidang Kognitif, yakni yang berkenaan dengan aktivitas mental, seperti ingatan pemahaman, penerapan, analisis, evaluasi, dan mencipta: (2) bidang afektif yakni berkenaan dengan sikap dan rahasia diri; dan (3) bidang psikomotor yang berkenaan dengan aktivitas fisik seperti keterampilan hidup. Ketiga area tersebut kelihatanya memiliki sifat yang berbeda, tetapi dalam situasi pembelajaran semua menjadi satu. Contohnya, apabiala seorang guru ingin mengajar seorang pelajar menulis, dia perlu mengajar pelajar itu cara memegang pensil (bidang psikomotor); bentuk huruf dan maknanya (bidang kognitif); dan juga harus memupuk minat untuk belajar menulis bidang afektif). Dengan demikian hakikat pendidikan adalah “handayani” seperti yang dikemukakan oleh Ki Mohamad Said R. yang memiliki arti “memberi pengaruh”. Pendidikan merupakan kumpulan dari semua proses yang memungkinkan seseorang mampu mengembangkan seluruh kemampuan (potensi) yang dimiliki, sikap-sikap dan bentuk-bentuk perilaku yang berilai positif di masyarakat tempat individu yang bersangkutan berada.

Pendidikan dimulai di keluarga atas anak (infant)yang belum mandiri, kemudian diperluas di lingkungan tetangga atau komunitas sekitar (milieu), lembaga prasekolah, persekolahan formal dan lain-lain tempat anak-anak mulai dari kelompok kecil sampai rombongan rel;atif besar (lingkup makro) dengan pendidikan mulai dari guru rombongan/kelas yang mendidik secara mikro dan menjadi pengganti orang tua (Rasyidin, 2007:36).

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s